Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dua Oknum Wartawan Diduga Terlibat Lakukan Intimidasi Muatan Berita Fee Dan Bekingan APH ke Galian C Ilegal Lombok Timur

Lombok Timur - Pemberitaan dugaan adanya fee dan bekingan ke APH dari pelaku Galian C ilegal di Lombok Timur, membuat kepanasan sejumlah pihak. 

Tak hanya dari pihak APH, dalam upaya konfirmasi oleh media ini, dua oknum wartawan di Lombok Timur, juga terlibat dan duduk dalam satu meja menjembatani pihak APH. Khususnya tim dari Brimob Lombok Timur.


Keterlibatan dua oknum wartawan inisial R dan K ini sebagai jembatan agar terjadi pertemuan. Tak hanya sampai di situ, oknum inisial K sempat mengeluarkan suara keras kepada wartawan media ini.


Oknum K juga mengaku sebagai saudara dari oknum Brimob inisiap S selaku jembatan APH dan pelaku Galian C ilegal.


"Saya saudara dia (oknum Brimob inisiap S). Sudahlah kita sama sama cari makan. Saya juga tahu ente. Saya lebih lama jadi wartawan," ucapnya dengan nada keras kepada wartawan media ini.


Dalam pertemuan upaya konfirmasi itu, pihak Brimob Lombok Timur menurunkan tim. Mulai dari Provos hingga Intel. Tim tersebut atas perintah Danki, setelah media ini berupaya melakukan konfirmasi.


Pemberitaan adanya dugaan fee tersebut juga tak dibantah oknum Brimob inisiap S. Namun ia mengaku juga berkecimpung dalam dunia tersebut.


"Saya sudah lama dalam usaha ini. Sudahlah kita sama sama orang Lombok. Selama bisa kita selesaikan, kita selesaikan," jawabnya kepada media ini.


Diberitakan sebelumnya, Aktifitas tambang Galian C ilegal di Lombok Timur bak kebal terhadap hukum. Padahal, dampak negatif dari aktifitas tak punya izin itu sudah merugikan masyarakat banyak.


Terbukti, beberapa waktu silam ratusan warga di Kecamatan Labuan Haji berhari-hari melakukan demo. Ini akibat rusaknya lingkuhan bahkan perswahan yang menjadi nyawa ekonomi mereka.

Sasarannya Pemerintah Daerah (Pemda), hingga dugaan mereka jika aktifitas licik itu dibekingi Aparat Penrgak Hukum (APH).


Media ini mendapat keterangan dari salah seorang narasumber pelaku Galian C ilegal. Sumber menyebut, jika aktifitas yang ia lakukan sudah mendapat restu dari APH. "Kita pas baru mau jalankan usaha ini, diminta untuk berhubungan dengan salah seorang anggota yang bertugas di Brimob," ucapnya.


Sumber menyebut, jika dirinya hars mengeluarkan dana hingga puluhan juta kepada oknum tersebut. Dana itu ibarat fee agar aktifitas Galian C ilegal itu aman dari hukum.


"Pas baru mau mulai kita kasi Rp35 juta. Kemudian, Rp65 juta untuk masukan alat berat ke lokasi Galian," tuturnya.


Tak hanya sampai di situ, setiap bulannya ia mengaku menyetorkan uang kepada beberapa APH. Baik di Polres hingga Polda.


Disinggung terkait bagaimana mendapat bahan bakar, ia mengaku jika BBM Solar itu justru ia dapati di beberapa SPBU tertentu di Lombok Timur. Namun, hal itu sudah ditentukan sebelumnya oleh pihak APH, khususnya di Unit Tipidter.


"Kalau itu sudah ada yang menelpon ke kami. Anggota Tipidter, mereklah yang mencarikan kami. Nanti bayarannya kami setor ke mereka," cetusnya.


Terkait hal ini, media ini berupaya mengkonfirmasi kepada Kasat Reskrim Lombok Timur, IPTU Arie Kusnandar. Namun hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi tak mendapat jawaban.


Media ini juga berupaya konfirmasi kepada pihak Brimob Lombok Timur beberapa waktu silam. Pihak Brimob justru menurunkan tim untuk menemui media ini.



Alih-alih mendapat jawaban, upaya konfirmasi itu justru berubah menjadi desakan untuk tak melanjutkan penulisan berita. Bertempat di salah satu Cafe di Lombok Timur, pihak brimob sebanyak lebih dari 5 orang meminta agar penulisan berita ini dihentikan.

Posting Komentar untuk "Dua Oknum Wartawan Diduga Terlibat Lakukan Intimidasi Muatan Berita Fee Dan Bekingan APH ke Galian C Ilegal Lombok Timur"