Fakta RI Minta Kejari Loteng Pelototi Penggunaan Donasi Lombok Charity Ride 2026
PRAYA - Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Salah satu ikhtiar yang dilakukan Pemerintah setempat yakni dengan menggandeng salah satu Yayasan yang berkantor di Jakarta yakni Indonesia Overseas Alumni (IOA).
Dimana Yayasan tersebut nanti yang akan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mengumpulkan sumber dana kegiatan dari Donasi berbagai pihak terutama dari jajaran Pemkab Loteng. Dimana proses pengumpulan dananya dengan menggunakan nomor rekening milik Yayasan dengan Kepala Daerah, Sekertaris Daerah dan beberapa oknum Kepala OPD sebagai marketing.
Ketum Forum Analis Kebijakan Untuk Rakyat Republik Indonesia (Fakta RI), Muhanan SH MH melalui Bidang Humas, Erlan Setiardi menyatakan, pihaknya membenarkan saat ini pihaknya sedang memantau secara detail penggunaan dana Donasi yang dikumpulkan Pemkab Loteng melalui Yayasan IOA Jakarta. Dimana Yayasan tersebut dirangkul Pemkab Loteng untuk melaksanakan kegiatan pembinaan dan penguatan kapasitas guru SD dan SMP di Bumi Tatas Tuhu Trasne 10 tahun kedepan. "Benar kami sedang pelototi kemana arah dari donasi yang dikumpulkan Pemkab Loteng melalui Yayasan IOA," ungkapnya.
Dimana kinerja Yayasan IOA melaksanakan kegiatan hingga 10 tahun kedepan dibiayai Pemkab Loteng dengan mengarahkan pihak Yayasan mengumpulkan anggaran dengan melakukan donasi yang dikumpulkan di rekening milik Yayasan. Dalam mengumpulkan donasi, pihak Yayasan mengarahkan Kepala Daerah, Sekda hingga beberapa kepala OPD langsung sebagai marketing. Bahkan setiap marketing ditarget besaran untuk mengumpulkan donasi berkisar belasan hingga puluhan juta rupiah. "Cara kerja pengumpulan donasi dengan mengarahkan perangkat daerah langsung sebagai marketing pencari dana donasi," terangnya.
Berdasarkan informasi yang didapatkan langsung dari Website milik Yayasan IOA, hingga saat ini donasi yang berhasil dikumpulkan melalui rekening pengumpul sebesar Rp 1,1 Miliar lebih. Angka donasi ini dikumpulkan melalui sumbangan perangkat Daerah hingga dana sumbangan Sekolah dan Guru SD dan SMP. Bahkan jumlah dana donasi yang dikumpulkan diduga jumlahnya akan terus bertambah karena donasi terus dilakukan marketing pelaksana. "Kami yakin jumlah donasi yang terkumpul akan terus bertambah karena donasinya terus dilakukan," ujarnya.
Terkait dana donasi yang angkanya cukup fantastis ini, pihaknya meminta adanya keterbukaan pertanggung jawaban dari pihak pengguna bahkan Pemkab Loteng. Bahkan APH dalam hal ini pihak Kejaksaan Negeri Lombok Tengah diminta untuk ikut ambil bagian melihat pemanfaatan donasi yang dikumpulkan Yayasan dan Pemkab Loteng. "Kejaksaan harus ambil bagian memantau langsung donasi amal kegiatan ini," paparnya. (wid)
