Diduga Tak Berizin, Warga Batunyala Bongkar Puluhan Tiang Internet Milik MyRepublic
Lombok Tengah, NTB – Puluhan tiang jaringan internet milik perusahaan MyRepublic dibongkar warga Dusun Pepekat Lauk , Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Aksi tersebut dilakukan lantaran warga keberatan dengan pemasangan tiang yang diduga tidak melalui koordinasi dan izin dari pemilik lahan.
Warga mengaku tidak pernah diajak berkomunikasi terkait pemasangan tiang jaringan internet yang berdiri di sepanjang jalan wilayah mereka. Bahkan, sejumlah warga mengaku awalnya mendapat informasi bahwa tiang tersebut akan digunakan untuk lampu penerangan jalan.
Salah seorang warga, Samsul, mengatakan persoalan mulai muncul setelah pekerja perusahaan memasang tiang tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan masyarakat maupun pemilik lahan.
"Memang saat dipasang oleh pekerjanya, mereka bilang untuk tiang lampu penerangan. Setelah didiamkan beberapa hari, kemudian kabel dan router terpasang. Jadi warga keberatan," ungkap Samsul, Selasa (3/11).
Ia menjelaskan, masyarakat akhirnya kompak melakukan pembongkaran karena merasa tidak pernah memberikan persetujuan atas penggunaan lahan untuk pemasangan infrastruktur jaringan tersebut.
"Masyarakat kompak membongkar sekitar 24 tiang yang dipasang di sepanjang jalan Pepekat Daye. Seharusnya perusahaan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan masyarakat sebelum melakukan pemasangan," imbuhnya.
Kendati demikian, Warga meminta perusahaan membuat nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang mengatur kontribusi kepada masyarakat, termasuk kompensasi penggunaan lahan dan kontribusi atas keberadaan tiang yang dipasang di wilayah tersebut.
Masyarakat berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kesepakatan bersama agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan. Warga juga meminta perusahaan menghormati hak masyarakat dan tidak melakukan pemasangan infrastruktur tanpa koordinasi terlebih dahulu.
Sementara itu, Koordinator My Republik Lombok Zulkarnain mengatakan, bahwa pihaknya membenarkan masyarakat membongkar puluhan tiang terjadi di desa Batunyala, namun ia memastikan hal itu terjadi hanya di satu dusun saja.
"Benar (ada pembongkaran, red) di dusun pekat saja," katanya.
Pihaknya juga telah melakukan koordinasi kepada pihak desa, terkait dengan pemasangan kembali pasca peristiwa pembongkaran tersebut.
"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak desa sama kadus setempat, dan kami Masih nunggu keputusan dari kantor dulu," tandasnya.
