Foto Bareng Usai Divonis, Notaris Rahmawati Tuai Sorotan: “Pejabat Publik Kok Bangga Jadi Terpidana?”
MATARAM, NTB - Publik kembali dikejutkan oleh beredarnya foto Notaris Rahmawati yang tampak berpose bersama sejumlah notaris lain. Dengan mengenakan kerudung hitam, Rahmawati terlihat tampil percaya diri, bahkan seolah tanpa beban, meski baru saja dinyatakan bersalah dalam perkara di Pengadilan Negeri Mataram dan dijatuhi vonis 6 bulan pidana.
Potret tersebut sontak memicu gelombang kritik. Banyak pihak menilai foto itu menunjukkan sikap yang jauh dari nilai-nilai etika profesi, terlebih bagi seorang notaris yang memiliki kewajiban moral dan hukum untuk menjaga integritas di mata masyarakat.
“Bukannya menunjukkan penyesalan, malah tampil seperti selebrasi,” ujar salah satu sumber yang menilai tindakan itu menampar rasa keadilan publik.
Vonis 6 bulan terhadap Rahmawati bukan perkara kecil. Statusnya sebagai pejabat publik—yang seharusnya menjadi simbol kepercayaan—membuat publik mempertanyakan arah moralitas profesi notaris jika salah satu anggotanya malah tampil seolah bangga menyandang status terpidana.
Kekecewaan masyarakat pun meluas. Banyak yang bertanya: Bagaimana masyarakat bisa percaya pada notaris, jika ada notaris yang terbukti bersalah di pengadilan tetapi justru tampil santai, bahkan terkesan bahagia, setelah dijatuhi hukuman?
Kasus ini kembali menjadi alarm keras bagi dunia kenotariatan di Indonesia. Masyarakat menuntut pembenahan, bukan hanya pada sisi penegakan hukum, tetapi juga pada mentalitas dan etika pejabat publik yang memegang peran krusial dalam mengamankan hak-hak warga.

Posting Komentar untuk "Foto Bareng Usai Divonis, Notaris Rahmawati Tuai Sorotan: “Pejabat Publik Kok Bangga Jadi Terpidana?”"