Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tanggapi Keluhan Warga Soal Warung Tuak di Pantai Labuhan Haji, Pol PP Lotim Gerak Cepat Lakukan Penyisiran

Lombok Timur - Aktifitas warung tuak yang berada di lokasi wisata Pantai Labuhan Haji, menjadi noda hitam bagi dunia pariwisata. Pasalnya wisatawan di Pantai yang dikenal ramah kantong ini, merasa tak nyaman. Alasannya tak lain, lantaran hal itu dekat dengan terjadinya keributan.


Tak sekedar menyimak keluhan warga,  Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, melalui Satpol PP, gerak cepat menurunkan tim. Upaya ini untuk menyisir aktifitas negatif yang terkesan bebas bermain. 


Di bawah pimpinan, Kasat Pol PP, Salmun, sejumlah anggota menyisir warung tuak yang berada di sekitar pantai.


Dari dokumentasi yang diterima media ini, tampak anggota dengan seragam lengkap menertibkan lokasi tersebut. Tak lupa tampak sejumlah pengunjung yang kedapatan sedang minum.


Salmun menegaskan, upaya ini merupakan respons cepat pemerintah menjaga ketertiban di masyarakat. Terlebih lokasi tersebut menjadi titik wisatawan yang mudah dijangkau.


Sementara itu, lanjut Salmun, pihaknya akan mengumpulkan para pedagang. Namun upaya ke depannya perlu dilakukan rumusan.


"Sebelum kami akan memanggil (mengumpulkan para pedagang). Kami akan koordinasi terlebih dahulu dengan Pihak Forkopimcam dan Desa/Kelurahan setempat utk merumuskan tindakan selanjutnya," jelasnya.


Diberitakan sebelumnya, salah satu lokasi wisata yang dimiliki Kabupaten Lombok Timur, Pantai Labuhan Haji, kini menjadi sorotan. Pasalnya, pada lokasi tersebut sering diinformasikan bahkan menjadi lokasi terselubung perilaku negatif.


Seperti halnya, sering ditemukan pasangan muda mudi bawah umur melakukan tindakan perzinahan. Terlebih saat ini, maraknya keberadaan Cafe tuak menambah citra buruk lokasi wisata yang ramah kantong.


Penelusuran media ini, jejeran warung yang dulunya dihajatkan untuk pelaku UMKM. Kini malah berubah menjadi tempat yang dekat dengan kegiatan negatif. Jejeran warung tuak itupun bahkan menyediakan LC atau teman perempuan bagi para peminum.


Z tamu yang sering berada di lokasi itu mengungkapkan, setiap tamu yang datang untuk minum, wajib ditawarkan teman perempuan.


"Selain nanyain kita miras yang kita mau. Mereka di sini juga nawarin mau ditemani LC atau tidak," ucapnya.


Sepengalaman Z, ketika mengambil tawaran ditemani LC. Para peminum harus mengeluarkan uang bervariasi mulai dari Rp60 ribu hingga Rp100 ribu.


Tak ayal, dampak dari keberadaan sejumlah warung tuak itu sering terjadi keributan. Baik antar pengunjung ataupun lainnya.

Posting Komentar untuk "Tanggapi Keluhan Warga Soal Warung Tuak di Pantai Labuhan Haji, Pol PP Lotim Gerak Cepat Lakukan Penyisiran"