Praktek Prostitusi Terselubung Coreng Pantai Labuan Haji: Warung Tuak dan Tempat Hiburan Malam Bebas Beroperasi, APH tak Berani Unjuk Gigi?
Lombok Timur - Upaya menggenjot majunya pariwisata Pantai Labuan Haji, tampaknya masih jauh panggang dari api. Salah satunya tercoreng akibat masih bebasnya tempat hiburan malam dan warung tuak.
Tercatat, sejumlah peristiwa keributan sering kali terjadi di lokasi lokasi tersebut. Alasannya tak lain, lantaran di tempat tersebut bebas beredar minuman beralkohol.
Selain alasan di atas, lokasi itu juga sering kali diduga menjadi lokasi praktek prostitusi terselubung. Menilik beberapa waktu silam, Camat Labuan Haji, menemukan adanya pasangan muda mudi kedapatan diduga melakukan hal yang tak senonoh itu.
Penelusuran media ini hari ini, deretan warung tuak itu masih saja bebas beroperasi. Bahkan lokasi itu juga menyediakan perempuan pendamping (akrab dikenal LC).
Hal ini menjadi tanda tanya besar, padahal kemarin, Pemda melalui Satpol PP, sudah melakukan penyisiran. Bahkan secara tegas, Kasat Pol PP Lombok Timur, Salmun, menekankan akan melakukan pembinaan.
"Sebelum kami akan memanggil (mengumpulkan para pedagang). Kami akan koordinasi terlebih dahulu dengan Pihak Forkopimcam dan Desa/Kelurahan setempat untuk merumuskan tindakan selanjutnya," jelasnya.
Pemandangan yang sama juga terjadi di lokasi tempat hiburan malam, D, pengunjung dengan suara bising motor bebas lalu lalang keluar masuk. Di mana dari serapan informasi, Cafe D sendiri, bebas menyediakan LC.
Sebelumnya, pihak kepolisian sendiri juga sering kali mengingatkan akan bahayanya efek minuman keras. Namun, tempat tempat itu masih saja dibiarkan bebas beroperasi.
Media ini berupaya melakukan konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, IPTU Arie Kusnandar, sejak kemarin. Namun upaya itu masih belum mendapat jawaban.

Posting Komentar untuk "Praktek Prostitusi Terselubung Coreng Pantai Labuan Haji: Warung Tuak dan Tempat Hiburan Malam Bebas Beroperasi, APH tak Berani Unjuk Gigi?"