Marak Cafe Tuak di Pantai Labuhan Haji Coreng Citra Pariwisata, Penertiban APH dan Pemda tak Mempan
Lombok Timur - Salah satu lokasi wisata yang dimiliki Kabupaten Lombok Timur, Pantai Labuhan Haji, kini menjadi sorotan. Pasalnya, pada lokasi tersebut sering diinformasikan bahkan menjadi lokasi terselubung perilaku negatif.
Seperti halnya, sering ditemukan pasangan muda mudi bawah umur melakukan tindakan perzinahan. Terlebih saat ini, maraknya keberadaan Cafe tuak menambah citra buruk lokasi wisata yang ramah kantong.
Penelusuran media ini, jejeran warung yang dulunya di hajatkan untuk pelaku UMKM. Kini malah berubah menjadi tempat yang dekat dengan kegiatan negatif. Jejeran warung tuak itupun bahkan menyediakan LC atau teman perempuan bagi para peminum.
Z tamu yang sering berada di lokasi itu mengungkapkan, setiap tamu yang datang untuk minum, wajib ditawarkan teman perempuan.
"Selain nanyain kita miras yang kita mau. Mereka di sini juga nawarin mau ditemani LC atau tidak," ucapnya.
Sepengalaman Z, ketika mengambil tawaran ditemani LC. Para peminum harus mengeluarkan uang bervariasi mulai dari Rp60 ribu hingga Rp100 ribu.
Tak ayal, dampak dari keberadaan sejumlah warung tuak itu sering terjadi keributan. Baik antar pengunjung ataupun lainnya.
Meski demikian, upaya penertiban oleh Pemda dan APH sering dilakukan. Namun anehnya, para pelaku usaha miras itu masih saja bebas beroperasi.
Hal ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Bahkan banyak menduga jika lokasi lokasi itu seolah dilindungi.
Hingga berita ini dimuat, upaya konfirmasi media ini ke pihak Pemda dan Polres Lotim belum mendapatkan jawaban.

Posting Komentar untuk "Marak Cafe Tuak di Pantai Labuhan Haji Coreng Citra Pariwisata, Penertiban APH dan Pemda tak Mempan"