Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ampes NTB Minta Dinas Pendidikan Provinsi NTB Mengevaluasi Kepala SMK Negeri 1 Kopang

Lombok Tengah, NTB - Ketua Aliansi Masyarakat dan Pemuda Sasak (Ampes) NTB Lalu Subadri  Meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengevaluasi Kepala SMK Negeri 1 Kopang, Pasalnya viralnya foto dua siswa yang diduga melakukan aksi asusila di dalam lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab pihak sekolah.

"Viralnya foto tersebut di media sosial Instagram dan Facebook menuai berbagai tanggapan dari masyarakat dan telah mencoreng citra pendidikan di Provinsi NTB," kata Lalu Subadri.

"Apapun alasannya Kepala Sekolah tersebut harus bertanggung jawab dan dinilai gagal dalam mendidik," ucap Lalu Subadri pada Kamis (14/05/2026).

Masih kata Lalu Subadri "Terlepas dari benar tidaknya hal tersebut, Kepala Sekolah harus bertanggung jawab dan Dinas harus melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Sekolah," Ucap Lalu Subadri.

Dalam foto itu, terlihat tangan seorang siswa memegang payudara siswi. Adegan tersebut juga nampak dilakukan didalam kelas oleh keduanya dengan menggunakan seragam sekolah warna putih abu dan berlogokan SMKN 1 Kopang.

Dalam foto itu, tampak tangan siswa memegang payudara siswa dengan santai. Tampak siswa laki-laki ini tersenyum ketika memegang payudara.

Klarifikasi Kepala SMK Negeri 1 Kopang

Dalam penjelasannya melalui pesan singkat WhatsApp Lalu Subhanudin mengatakan "Itu berita yang pemuatannya tidak bertanggung jawab," katanya.

Selain itu ia meminta wartawan media ini datang klarifikasi ke pihak sekolah, seolah tidak menerima dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp. "Sebaiknya datang klarifikasi dulu baru dimuat," ucapnya.

Ia akan mengusut melalui aparat penegak hukum (APH) siapa siapa saja yang mencemarkan nama SMKN 1 Kopang. "Kami mau mengusut via APH siapa saja pihak yang mencemari nama lembaga SMKN 1 Kopang," jelasnya.

"Ada dua komunitas yang tak mau men-_take down_ berita ini," tambahnya.

Lebih detail dijelaskan oleh Lalu Subhanudin, "Sebenarnya itu adegan yang diambil dari screen shoot camera life pada kegiatan siswa jurusan DKV, Kebetulan yang ambil gambar dan beberapa siswa yang terlibat sudah kami tangani. Tidak ada perlakuan vulgar seperti yang diberitakan oleh mereka kelompok dan oknum yang tidak bertanggung itu," jelasnya lagi.

Pada akhir percakapan Lalu Subhanudin kembali meminta wartawan media ini untuk mendatangi pihak sekola untuk mendapatkan informasi lebih jelas. "Kalau bapak mau berita fix yang sudah kami BAP datang ke tempat kami. Jadi itu sementara yang bisa saya sampaikan," tutupnya.

Dalam berita acara pemeriksaan pihak Sekolah yang diterima wartawan media ini, ada 6 siswa yang terlibat, selian pemeran dalam foto tersebut diantaranya ada yang berperan sebagai eksekutor foto, pemilik handphone (HP), penyebar konten, perencana, pemberi perintah dan pengancam.

Lebih mengejutkan lagi, berdasarkan hasil pemeriksaan pihak sekolah, didapatkan fakta bahwa kedua pemeran dalam foto tersebut sempat mendapatkan ancaman untuk menyerahkan sejumlah uang agar tidak diviralkan di media sosial.

Ditanya terkait sanksi yang diberikan kepada semua siswa yang terlibat, Lalu Subhanudin menjawab tentu akan memberikan sanksi dimana sanksi tersebut merupakan tindakan dari pihak Sekolah. "Tentu Pak, itu nanti tindakan sekolah selanjutnya," ucapnya.

Ditanya terkait sanksi terberat yang akan diberikan kepada siswa yang terlibat Lalu Subhanudin menjawab akan melakukan konferensi kasus dulu dan menyepakatinya dengan dewan guru. "Ya kami harus konfrensi kasus dulu, setelah ada kesepakatan dewan guru, kemungkinan diserahkan kembali ke wali murid dan tetap diberikan kesempatan sekolah di tempat melalui rekom pindah," tutupnya.