Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bocoran Kepala Bapenda tak Meleset, Pemain Nakal Galian C Ilegal Lombok Timur Didominasi APH

Lombok Timur - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Muksin, sempat membocorkan siapa saja penambang ilegal yang ada di Lombok Timur. Kepada wartawan saat itu, Muksin menegaskan jika sebagian besar Galian C ilegal tersebut dikelola oleh APH. Dalam hal ini baik Brimob dan dari Polres.

"Dari data ini dan kami cek di lapangan temuan kami pemainnya mereka mereka saja," ucap Muksin.


Meski demikian, dirinya menegaskan tetap melakukan penarikan untuk pemasukan ke daerah. Meskipun Galian C tersebut ilegal atau tak memiliki izin.


Keterangan Kepala Bapenda tersebut faktanya benar sesuai dengan hasil penelusuran media ini. Pada beberapa titik, disebutkan jika lokasi lokasi Galian C ilegal itu dipegang oleh orang orang yang disebut APH.


Seperti diberitakan sebelumnya, alur jalannya aktifitas tanpa izin ini dibuka oleh Brimob. Dalam hal ini oknum anggota berinisial S bertugas sebagi penyambung antara pelaku galian dengan APH.


Nantinya, dengan fee puluhan juta rupiah, oknum S kemudian akan menyampaikannya kepada atasannya. Untuk kemudian pihak dari Brimob akan berkoordinasi dengan Unit Tipidter Satreskrim Polres setempat.


Tak sampai di situ, setelah aktifitas itu berjalan. Penambang ilegal ini juga harus memberikan fee kepada sejumlah APH. Bahkan fee tersebut yang sudah diatur nominalnya, juga harus sampai di Subdit Tipidter Polda NTB.


Sejumlah nama muncul disebut sumber media ini. Dari Polres sendiri, oknum anggota inisial I dan Y sering kali disebutkan sebagai peminta fee. Pun juga dengan pemasok BBM untuk alat beratnya.


Sementara untuk di Polda NTB sendiri, penambang ilegal ini harus menyetorkan fee itu kepada oknum anggota berinisial P.

Posting Komentar untuk "Bocoran Kepala Bapenda tak Meleset, Pemain Nakal Galian C Ilegal Lombok Timur Didominasi APH"