Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Merasa Nama 'Suci' Tercoreng Buntut Berita Dugaan Tindakan Penipuan Sulap Dolar, Dirut PDAM Ancam Pidanakan Wartawan


Lombok Timur - Plt Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, mengancam melaporkan wartawan. Ini buntut merasa rusaknya nama baik dirinya dan jabatannya akibat pemberitaan dugaan penipuan sulap dolar olehnya ke WNA inisial Z.


Ancaman itu sendiri diterima wartawan media ini melalui pesan WhatsApp yang dikirim pengacaranya, Ipung. Di mana, Ipung ini nyatanya juga selaku pengacara, Z yang merupakan korban penipuan Sopyan Hakim, sat berita itu dimuat.


"Broo saya cuma mau memberitahu terkait berita kemarin saya akan laporkan. Karena sudah banyak meme meme tentang pak Dirut, karena berita itu disebabkan poto poto pak Dirut masih dipampang di berita itu," bunyi pesan Ipung.


Di sisi lain, pemberitaan terkait dugaan penipuan itu sendiri sudah ditakedown atas permintaan korban. WNA asal Malaysia itu meminta media ini atas adanya ancaman dari Sopyan Hakim.


Mulai dari diancam tidak bisa balik ke negara asalnya, hingga tidak akan diselesaikannya hutang yang berkisar ratusan juta itu.


Ipung sendiri juga menegaskan, jika laporan kepada wartawan itu atas dasar permintaan Sopyan. "Maaf saya hanya menjalankan tugas saya sebagai kuasa hukum," imbuhnya.


Sebagai informasi, muatan berita yang dipermasalahkan Sopyan Hakim, berjudul "Dirut PDAM Lombok Timur Sopyan Hakim Diduga Lakukan Penipuan Ratusan Juta ke WNA, Modus Pencairan Uang hingga Jual Barang Gaib Hasilkan Dolar".


Berita tersebut dimuat setelah korban memberikan banyak keterangan saat proses wawancara. Bahkan korban turut mengirimkan sejumlah bukti. Baik dokumen, foto, serta video modus penipuan orang kepercayaan Bupati Lotim itu.


Dalam muatan berita, korban menjelaskan modus penipuan yang Sopyan Hakim lakukan. Yakni dengan menunjukan uang dalam jenis dolar. Di mana saat itu, uang dolar yang ditunjukkan Dirut PDAM itu dalam jumlah besar.


"Modusnya ditunjuki dollar satu kamar dengan suaranya mengklaim itu uangnya. Dia juga menunjukkan m-banking dolar yang sudah dimasukan ke BCA dengan nominal sebesar Rp300 miliaran," terang warga Malaysia itu.


Pada saat Sopyan menunjukkan itu, sambung Z, ia beralasan jika uang tersebut mengalami kendala. Seperti halnya harus ada bayaran ke OJK, pajak, dan Manager Bank.


"Alasan atas kendala itu baru uang dolar tersebut bisa dipakai," ujarnya menjelaskan modus penipuan orang kepercayaan Bupati Haerul Warisin itu.


Tak hanya sampai di situ, Sopyan dalam penuturan korban, meminta agar korban membuat Kitas. Ini agar korban bisa membuka rekening BCA. Sopyan juga meminta agar korban menyuap orang orang di Imigrasi. Tujuannya agar memudahkan urusan.


Licinnya lagi, Sopyan Hakim, juga turut menawarkan agar korban membeli barang/benda gaib. Kepada korban Sopyan menjelaskan nantinya benda tersebut bisa untuk sulap uang.


"Juga terkait dengan sulap uang dolar. Sopyan menawarkan saya supaya beli barang yang bisa sulap dolar sendiri. Harus pakai kayu gaharu dengan harga Rp60 jutaan," katanya.


Barang untuk sulap tersebut berupa batu dalam bungkusan. Di mana ditawarkan Sopyan dan dijual seharga Rp300 juta.

Posting Komentar untuk "Merasa Nama 'Suci' Tercoreng Buntut Berita Dugaan Tindakan Penipuan Sulap Dolar, Dirut PDAM Ancam Pidanakan Wartawan"