Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Diduga Lakukan Murkup Harga, SPPG Labulia 2 Kembali Tuai Sorotan

LOMBOK TENGAH, NTB - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti yang diterima siswa salah satu SD Negeri di Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, NTB menuai kritikan serta keluhan, pasalnya menu makanan yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Labulia 2 dinilai minim gizi, porsi dan keterbukaan anggaran.

Data jumlah siswa yang dilayani SPPG Labulia 2 sebanyak 2.253 penerima manfaat termasuk balita, ibu hamil dan menyusui.

Seorang guru inisial S mengungkapkan bahwa jatah MBG per siswa pada Senin (23/02/2026) hanya terdiri dari 4 biji kurma, 1 bungkus Biskuit Sari Gandum, 1 bungkus kecil kacang goreng, segelas plastik abon ayam, dan 3 iris tempe. 

"Hari ini kami dapat MBG dari SPPG Labulia 2, Kecamatan Jonggat, berupa jatah satu hari dalam bentuk makanan kering," kata S.

S juga menyoroti ketidaksesuaian antara porsi yang diterima dengan anggaran pemerintah, diduga nilai total makanan yang diterima siswa hanya sekitar Rp.8.000/siswa, bukan Rp.10.000 seperti standar anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) sehingga memicu dugaan penyimpangan anggaran negara, pihak terkait diharapkan segera melakukan audit.

Kepala SPPG Labulia 2, Jamaludin, yang dikonfirmasi menyatakan singkat bahwa, nilai menu MBG yang disalurkan per Senin (23/02/2026) senilai Rp10.000/ siswa. 

"Harga MBG itu yang disalurkan hari ini Rp10.000," jawabnya singkat, tanpa penjelasan lebih lanjut dengan mengirimkan foto menu MBG nya.

Kasus ini memicu sorotan publik terhadap pengawasan distribusi MBG di daerah.

Sebelumnya Direktur FP4 NTB Lalu Habib Albuntari meminta APH melakukan penyelidikan serta BPK melakukan audit terhadap realisasi anggaran BGN yang dikelola oleh SPPG Labulia 2.


"Secara kelembagaan FP4 NTB segera bersurat ke BGN dan APH agar dilakukan audit. Ketika ditemukan ada unsur pelanggaran agar diproses hukum," tutupnya.

Posting Komentar untuk "Diduga Lakukan Murkup Harga, SPPG Labulia 2 Kembali Tuai Sorotan"