Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bau Limbah dan Suara Bising, Warga Geruduk SPPG Kajanan Kopang, Minta Dapur Ditutup Permanen

Lombok Tengah - Warga Kampung Kajanan Dusun Kopang I Desa Kopang Rembige geruduk Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kajanan pada Minggu malam (19 April 2026) sekira pukul 20.00 Wita. 

Puluhan warga sekitar mendatangi dapur SPPG Kajanan karena sudah tidak tahan akibat bau limbah yang menyengat dan mengganggu masyarakat sekitar.

"Kami selaku warga sudah tidak tahan dengan bau limbah yang ditimbulkan oleh dapur MBG tersebut," ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya (21/04). 

Ia mengatakan, selain bau tidak sedap, aktivitas dapur yang dilakukan malam hari menimbulkan suara bising yang mengakibatkan warga tidak dapat beristirahat dengan tenang. 


"Lokasi dapur MBG yang berdempetan dengan rumah warga kerap menimbulkan suara bising padahal di sebelah dapur tersebut ada orang tua jompo yang memerlukan istirahat yang cukup," ujarnya. 

Ia menyebut, lokasi dapur yang di tengah pemukiman sangat tidak refresentatif. Warga juga mengeluhkan kondisi jalan masuk kampung yang sempit juga digunakan kendaraan SPPG parkir sehingga mengganggu pengguna jalan warga setempat. 

"Warga beberapa kali menyampaikan keluhan ke pemilik dapur, namun kami menilai pemilik dapur tidak mengindahkan permintaan warga dan tidak punya iktikad baik," sambungnya. 

Akibatnya, Warga menuntut Badan Gizi Nasional (BGN) menutup permanen SPPG yang beroperasi kembali setelah sempat ditutup sementara beberapa waktu lalu. 

Kepala Desa Kopang Rembiga, Patria Negara membenarkan kejadian tersebut. Ia menerangkan kejadian tersebut merupakan respon spontan warga akibat bau tidak sedap yang tercium akibat limbah SPPG. 

Terkait keberadaan SPPG tersebut pihak pemerintah desa mengaku pihak dapur tidak pernah berkoordinasi terkait Ijin lokasi. 

Selain itu, Patria menjelaskan, kejengkelan warga juga sebagai akibat dari tidak dilaksanakannya beberapa point tuntutan warga saat dilakukan mediasi beberapa waktu lalu. 

Sementara itu pihak kepala SPPG Kajanan Kopang saat dikonfirmasi wartawan media ini mengakui penyebab bau bersumber dari limbah. "human eror, Ada komitmen dari mitra untuk melakukan perbaikan," tutupnya.