Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Direktur FP4 Sampaikan Keprihatinannya Kepada P3K PW Loteng dan Menilai Bupati Kehilangan Nurani

Foto Direktur FP4 Lalu Habiburrahman Al Buntari 

LOMBOK TENGAH – Direktur forum peduli pembangunan dan pelayanan publik (FP4) NTB, Lalu Habiburrahman, menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras kebijakan anggaran Bupati Lombok Tengah yang dinilai telah kehilangan nurani. 

Di saat para tenaga kesehatan (nakes) paruh waktu dipaksa bertahan hidup dengan upah tidak manusiawi sebesar Rp200.000 per bulan, Bupati justru royal menghibahkan kendaraan operasional kepada instansi vertikal, termasuk Kejaksaan Negeri Praya. "Ini adalah penghinaan terhadap martabat profesi medis. Bupati mempertontonkan sikap yang sangat minim empati, tega membiarkan garda terdepan kesehatan kelaparan, sementara anggaran daerah dihamburkan untuk memanjakan elit melalui hibah yang tidak memiliki korelasi dengan pelayanan publik," tegas Lalu Habiburrahman.

FP4 NTB menduga ada motif terselubung di balik derasnya hibah kepada Aparat Penegak Hukum (APH) ini. Langkah tersebut ditengarai sebagai upaya sistematis untuk "menjinakkan" independensi hukum, mengingat nama Bupati dan sejumlah pejabat daerah belakangan ini kerap disebut terseret dalam pusaran skandal Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

"Publik patut curiga, apakah hibah mobil mewah ini adalah 'pelumas' agar penanganan kasus hukum di Loteng melandai? Sangat memuakkan melihat kesejahteraan saudara kami para nakes dikorbankan demi membangun barikade keamanan politik elit. Kepemimpinan yang lebih mengutamakan kenyamanan pejabat daripada kesejahteraan tenaga kesehatan adalah kepemimpinan yang gagal secara moral," tutupnya.